Seni Koreografi dan Unsur-unsur yang Terdapat Dalam Seni Tari

Siluet Koreografi Tari
Purwakarta, candatangan – Setiap cabang seni tentunya memiliki bahan baku masing-masing. Dari ciri khas bahan inilah, kita dapat membedakan antara seni lukis, seni patung, seni kriya, seni tari, seni musik, dan seni drama. Bahan baku seni tari adalah gerak tubuh manusia. Menari adalah aktivitas menggerakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan, merespon musik, dan mencurahkan perasaan.

Pengarah tari dikenal dengan istilah Koreografer. Jadi, Koreografer merupakan sebutan untuk orang yang merancang koreografi atau merancang komposisi tari supaya jadi pola gerakan yang terstruktur.

Koreografer pada hakekatnya sangatlah membutuhkan keahlian dan pengalaman untuk mamapu memadupadankan antara gerak, makna, dan irama.  Tujuan seorang koreografer biasanya memiliki tempat khusus yang disebut dengan arti sanggar yang berguna untuk melatih siapa saja yang ingin berlatih menari maupun berlatih menciptakan gerak dalam seni tari.

Fungsi Koreografer

Adapun berbagai fungsi yang ada di dalam koreografer antara lain:

  • Menciptakan Komposisi Gerakan Tari

Fungsi koreografer adalah untuk menciptakan gerakan baru yang dapat dinikmati banyak orang. Koreografer dituntut mampu menciptakan komposi gerak dengan tetap memperhatikan unsur keindahan yang memiliki makna dan nilai sosial.

Hal tersebut bertujuan agar koreografi yang diciptakan tidak hanya berupa gerakan yang indah tetapi didalamnya terdapat nilai edukasi yang dapat diambil baik secara tersirat maupun secara langsung.

Dalam arti olahraga, koreografer memiliki fungsi untuk menciptakan gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Dalam hal ini koreografer memiliki tuhas untuk menyesuaikan komposisi gerak agar bisa dilakukan oleh semua usia.

  • Sebagai Pelatih

Koreografer dapat berfungsi sebagai pelatih bagi siapaun yang ingin belajar koreografi. Sebagai pelatih, seorang koreografer dituntut untuk memiliki kesabaran. Koreografer tidak hanya melatih melakukan susunan koreografi, tetapi mampu melatih bagaimana cara dan proses menciptakan koreografi.

Sebagai seoranng pelatih, koreografer harus mampu menggali bakat-bakat anak didiknya. Hal tersebut bertujuan untuk mennetukan pola pengembangan yang akan dilakukan dalam proses pelatihan. Hasil akhir dalam suatu pelatihan biasanya berupa pertunjukan seni untuk menunjukan bakat-anak didiknya pada dunia luar. Hal ini juga akan melatih mental anak didik.

  • Sebagai Pendidik

Selain sebagai pelatih, seorag koreografer juga dapat berperan sebagai pendidik di sekolah. Banyak sekolah yang saat ini memasukan pembelajaran seni tari (koreografer) dalam proses pembelajaran. Sebagai pendidik, koreografer tidak hanya dituntut untuk mampu mengajarkan gerak tari, tetapi juga mampu menjelaskan makna edukasi dari setiap gerak yang dilakukan.

Hal tersebut agar peserta didik tidak hanya belajar tentang tari tatapi juga cerita sejarah, baik sejarah tentang tari itu sendiri maupuan pengetahuan sejarah yang bersifat umum. Sebagai seorang koreografer, selain menciptakan gerak ia juga harus mampu mengajarkan kepada orang lain.

  • Memperkenalkan karya Seni

Seorang koreografer juga memiliki tugas untuk memperkenalkan karya seninya kepada orang banyak. Selain menciptakan koreografi, seorang koreografer harus mampu membuat baagaiamana agar hasil karya tersebut dapat dinikmati dan dikenal orang banyak.

Koreografer dituntut untuk mempu menciptakan strategi agar  suatu karya seni tidak hanya sebatas karya yang dibuat tanap diapresiasi. Memperkenalkan karya sastra juga salah satu upaya untuk menarik minat orang lain terhadap karya seni.

  • Sebagai penikmat Seni

Selain sebagai pencipta, seorang koreografer juga berfungsi sebagai penikmat seni. Ia tidak hannya memperkenalkan dan mempertunjukan seni yang dibuatnya, tetapi juga harus mengapresiasi karya seni orang lain.

Sebagia penikmat seni, karya seni orang lain dapat dijadikan sebagai motivasi untuk menciptakan koreografi baru. Menjadikan karya seni lain sebagai motivasi dalam menciptakan koreografi baru berbedas dengan menjiplak karya seni.

Unsur dalam seni Tari

Dikutip dari buku Koreografi Seni Tari Berkarakter Islami untuk Anak Sekolah Dasar karya Arina Restani (2018: 56), inilah unsur-unsur yang harus ada dalam pertunjukan seni tari. Berikut penjelasannya:

  • 1. Wirupa (eskpresi)

Wirupa adalah kemampuan yang dimiliki seorang penari dalam mengekpresikan tarian melalui mimik wajah dan pendalaman karakter. Wirupa sama pentingnya seperti wiraga, wirama, dan wirasa, agar penonton dapat memahami apa yang ingin disampaikan oleh penari.

  • 2. Wiraga (Raga)

Unsur utama dalam tari yang pertama adalah wiraga atau raga. Wiraga adalah gerakan tubuh yang dinamis, ritmis, dan memiliki unsur keindahan atau estetis. Unsur estetis dalam tarian harus ditonjolkan dalam sebuah tarian. Gerakan dalam tarian dibagi menjadi dua yaitu gerak murni dan gerak maknawi. Gerak murni adalah gerak tanpa tujuan. Sedangkan gerak maknawi adalah gerakan yang memiliki makna atau maksud secara mendalam.

Umumnya ketika penonton melihat gerakan-gerakan penari dalam sebuah pertunjukan, mereka dapat menebak karakteristik dan watak penari. Contohnya yaitu ketika wanita memutarkan pergelangan tangan yang berarti keluwesan dan kelembutan. Serta gerakan berkacak pinggang yang memiliki arti kekuasaan atau kewibawaan karakter pria.

  • 3. Wirama (Irama)

Gerakan indah berlenggak-lenggok penari tidak akan lengkap tanpa adanya iringan irama musik. Irama akan mengiringi penari sehingga menciptakan gerakan yang lebih bermakna dan terciptanya harmonisasi serta keindahan. Ketukan dan tempo birama juga dapat digunakan sebagai tanda bagi penari kapan ia harus mengganti gerakan atau berhenti. Wirama dapat berupa rekaman musik yang menggunakan instrument seperti kecapi, seruling, tepuk tangan, hentakan kaki, maupun nyanyian.

  • 4. Wirasa (Rasa)

Unsur utama dalam tari yang yang ketiga yaitu wirasa. Wirasa adalah kemampuan seorang penari dalam menghayati dan menyampaikan perasaan kepada penonton lewat ekspresi wajah dan gerakan.

Pendalaman karakter penari penting agar karakter yang terbangun dapat diekspresikan dengan mimik wajah yang selaras. Unsur wirasa tidak dapat dipisahkan dari wiraga dan wirama. Wirasa bertujuan untuk memperkuat karakter, keindahan, dan pertunjukan tari itu sendiri.

Komentar