Inilah 5 Keutamaan Sholat Malam

Inilah 5 Keutamaan Sholat Malam

Sholat malam merupakan sholat yang dilakukan dari selesai waktu Isya hingga Jelang Fajar
Shalat malam adalah shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari dengan dimulai sejak selesai dilaksanakannya shalat Isya’ walaupun belum tidur. Sedangkan shalat tahajud mempunyai kriteria perlu tidur terlebih dahulu. 
Shalat malam terdiri dari shalat witir, shalat terawih, shalat tahajud, dan shalat sunnah mutlak. 
Rasulullah ﷺ mendorong kita semua untuk menjalankan ibadah shalat malam dalam sabdanya:
   يَنْزِلُ رَبُّنَا، تَبَارَكَ وَتَعَالَى، كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ  
الراوي : أبو هريرة | المحدث : البخاري | المصدر : صحيح البخاري
الصفحة أو الرقم: 7494 | خلاصة حكم المحدث : [صحيح]
“Tuhan kita, اَللّهُ ‘turun’ setiap malam ke langit dunia di saat sepertiga malam akhir. Kemudian اَللّهُ berfirman, ‘Barangsiapa berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Barangsiapa meminta kepada-Ku, akan Aku kasih. Barangsiapa meminta ampun kepada-Ku, akan Aku beri ampunan”
Berikut ini adalah beberapa keistimewaan shalat malam.

Pertama,

shalat malam merupakan shalat yang paling utama setelah shalat maktubah (lima waktu). Sabda Rasulullah ﷺ: 
   أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ، صَلَاةُ اللَّيْلِ   
الراوي : أبو هريرة | المحدث : مسلم | المصدر : صحيح مسلم
الصفحة أو الرقم: 1163 | خلاصة حكم المحدث : [صحيح]
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Sebaik-baik shalat setelah shalat fardlu adalah shalat malam”

Kedua,

keutamaan shalat malam jika dibanding dengan shalat siang itu seperti keutamaan sedekah yang dilakukan secara sirr (rahasia) dibanding sedekah yang dilaksanakan secara terang-terangan di depan publik. Selisih perbandingan antara keduanya adalah 70 kali lipat. Sabda Rasulullah ﷺ:
   فَضْلُ صَلَاةِ اللَّيْلِ عَلَى صَلَاةِ النَّهَارِ كَفَضْلِ صَدَقَةِ السِّرِّ عَلَى صَدَقَةِ الْعَلَانِيَةِ    
الراوي : عبدالله بن مسعود | المحدث : أبو نعيم | المصدر : حلية الأولياء
الصفحة أو الرقم: 5/41 | خلاصة حكم المحدث : تفرد برفعه مخلد بن يزيد عن الثوري
التخريج : أخرجه الطبراني (10/221) (10382)، وأبو نعيم في ((حلية الأولياء)) (4/167)، والبيهقي في ((شعب الإيمان)) (3098)
“Keutamaan shalat malam dibanding shalat siang seperti keutamaan sedekah sirr dibandikan dengan sedekah terang-terangan.”

Ketiga,

shalat malam adalah ibadah yang menjadi ciri khasnya orang-orang shalih. Berbeda dari ibadah lain yang biasa dikerjakan orang-orang ada umumnya. Misalnya sedekah. Sedekah merupakan ibadah yang baik, namun sedekah biasa dilakukan oleh orang shalih, preman, bahkan non-Muslim sekali pun, semuanya bisa menjalankan sedekah. Begitu pula kesetiakawanan, tolong-menolong dan ibadah-ibadah lain, bisa dilakukan siapa pun. Berbeda dari shalat malam, bisa dikatakan hanya dilakukan oleh orang yang benar-benar shalih. Karena itu bagian dari ibadah yang tidak populer.  
 عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الجَسَدِ   
“Hendaknya kalian melakukan shalat malam, karena shalat malam adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, dan sesungguhnya shalat malam mendekatkan kepada اَللّهُ, serta menghalangi dari dosa, menghapus kesalahan, dan menolak penyakit dari badan.”
(Sunan At-Tirmidzi: 3549)

Keempat,

Semua doa kebaikan yang dipanjatkan pasti akan dikabulkan oleh اَللّهُ. Rasulullah ﷺ:
   إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ، يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
الراوي : جابر بن عبدالله | المحدث : مسلم | المصدر : صحيح مسلم
الصفحة أو الرقم: 757 | خلاصة حكم المحدث : [صحيح]
“Sesungguhnya di dalam malam terdapat waktu yang jika ada seorang muslim meminta kepada اَللّهُ dengan kebaikan baik urusan dunia maupun akhirat, pasti اَللّهُ akan memberikannya. Dan waktu tersebut adalah sepanjang malam.”
Dalam sebagian kitab اَللّهُ yang diturunkannya menyebutkan, merupakan sebuah kebohongan jika ada orang mengaku sebagai kekasih اَللّهُ namun ketika masuk waktu malam, ia malah tidur. Bukankah setiap pecinta akan selalu suka berduaan dengan kekasihnya?   

Kelima,

اَللّهُ mengangkat derajat dan kemuliaan seseorang melalui tahajud yang dilakukannya. 
      
   وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا   
“Dan pada sebagian malam hari, bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”
(QS Al-Isra’: 79).

Komentar