Mengenal Arah Mata Angin, Di mata Internasional

Mengenal Arah Mata Angin, Di mata Internasional

Mata angin merupakan panduan yang dipergunakan untuk menentukan arah

Purwakarta, candatangan – Mata angin adalah teknik navigasi sederhana yang umum digunakan dalam menentukan lokasi baik secara langsung, maupun menggunakan alat. Alat penunjuk arah mata angin yang digunakan secara umum adalah kompas, baik dalam bentuk jarum bermagnet maupun kompas digital.

Mata angin adalah panduan yang digunakan untuk menentukan arah.
Tak hanya dalam Bahasa Indonesia saja, ada juga penyebutan arah mata angin berlaku di internasional. Dalam menunjukkan lokasi untuk kepentingan navigasi, arah mata angin dalam Bahasa Inggris adalah yang paling sering digunakan di berbagai negara. Berikut penjelasannya:

Arah Mata Angin Primer (Arah Kardinal) 

Jenis arah mata angin primer adalah 4 arah mata angin yang biasa dikenal oleh banyak sebagai arah mata angin utama, yaitu: 

  • Utara (U) North (N) 
  • Timur (T) East (E) 
  • Selatan (S) South (S)
  • Barat (B) West (W) 

Arah Mata Angin Sekunder (Arah Ordinal atau Arah Interkardinal) 

Jenis arah mata angin sekunder adalah 4 arah mata angin yang berada di antara arah mata angin utama atau interkardinal. Jika menggunakan kompas dengan jenis ini maka akan terlihat 8 arah mata angin pada bidang penunjuk arahnya. Adapun arah mata angin sekunder yaitu:
  • Timur Laut (TL) Northeast (NE) arah mata angin yang berada di antara timur dan utara
  • Tenggara (TG) Southeast (SE) arah mata angin yang berada di antara timur dan selatan
  • Barat Daya (BD) Southwest (SW) arah mata angin yang berada di antara selatan dan barat
  • Barat Laut (BL) Northwest (NW) arah mata angin yang berada di antara barat dan utara 

Arah Mata Angin Tersier (arah interkardinal sekunder) 

Jenis arah mata angin sekunder adalah 8 arah mata angin yang berada di antara arah mata angin sekunder atau interkardinal sekunder. Jika menggunakan kompas dengan jenis ini maka akan terlihat 16 arah mata angin pada bidang penunjuk arahnya. Fungsi pembagian jenis arah mata angin ini tidak lain adalah agar arah yang ditunjukkan semakin akurat. Adapun arah mata angin tersier yaitu:

  • Utara Timur Laut (UTL) North Northeast (NNE) arah mata angin yang berada di antara utara dan timur laut
  • Timur Timur Laut (TTL) East Northeast (ENE) arah mata angin yang berada di antara timur laut dan timur
  • Timur Tenggara (TTG) East Southeast (ESE) arah mata angin yang berada di antara timur dan tenggara
  • Selatan Tenggara (STG) South Southeast (SSE) arah mata angin yang berada di antara tenggara dan selatan
  • Selatan Barat Daya (SBD) South Southwest (SSW) arah mata angin yang berada di antara selatan dan barat daya
  • Barat Barat Daya (BBD) West Southwest (WSW) arah mata angin yang berada di antara barat daya dan barat
  • Barat Barat Laut (BBL) West Northwest (WNW) arah mata angin yang berada di antara barat dan barat laut
  • Utara Barat Laut (UBL) North Northwest (NNW) arah mata angin yang berada di antara barat laut dan utara  

Manfaat 

Berikut ini adalah beberapa manfaat mata angin, yaitu:
  • Mata angin mampu membantu mengetahui suatu lokasi dengan berpedoman pada arah yang telah ditentukan
  • Mata angin mampu membantu menentukan arah yang tepat saat melakukan perjalanan di alam terbuka supaya tidak tersesat
  • Mata angin membantu menentukan arah kiblat ketika ingin melakukan salat bagi umat muslim
  • Mata angin bisa digunakan sebagai patokan lokasi dan waktu yang tepat untuk berlayar bagi para nelayan
  • Mata angin membantu pilot mengarahkan pesawat menuju lokasi yang tepat
  • Mata angin bisa digunakan untuk mendeteksi atau memprediksi cuaca

https://about.me/yodisupriyadi

Komentar