Pahami Pola Tangisan Bayi Manusia Para Ilmuwan Lakukan Studi Pada Anak Tikus

Pendidikan Sains135 Dilihat
Mempelajari Vokal tangisan pada bayi tikus

Pahami Pola Tangisan Bayi Manusia Para Ilmuwan Lakukan Studi Pada Anak Tikus

Tohoku University menemukan Studi baru bahwa bayi yang lahir
dari ayah yang lebih tua menangis secara berbeda. Penelitian menunjukkan bahwa
tangisan bayi dapat berfungsi sebagai penanda perkembangan bayi.

Studi penelitian tersebut menjelaskan bahwa perubahan
tangisan pada bayi dapat mengindikasikan risiko gangguan spektrum autisme atau
gangguan perkembangan saraf lainnya. Para peneliti mengetahui bahwa anak-anak
dengan gangguan ini menunjukkan pola menangis tertentu.

Namun, para ilmuwan tidak sepenuhnya memahami apa yang
membuat pola tangisan anak-anak ini berbeda. Studi terbaru menunjukkan bahwa
usia ayah yang lanjut merupakan faktor risiko gangguan perkembangan saraf dan
menurunkan berat badan pada keturunannya.

Dalam sebuah makalah yang berjudul “Advanced paternal
age diversifies individual trajectories of vocalization patterns in neonatal
mice
.” Laporan studi Tohoku University tersebut telah diterbitkan di i-Science
yang merupakan jurnal akses terbuka.

Seperti pada umumnyan dan telah diketahui bersama bahwa
tangisan bayi adalah bentuk komunikasi yang digunakan untuk menarik perhatian
pengasuh orang dewasa, dan setiap bayi menangis dengan cara yang sama tetapi
berbeda.

Para peneliti telah mempelajari perilaku vokal bayi tikus,
yang disebut pups, untuk menentukan bagaimana usia ayah memengaruhi komunikasi
vokal dan perkembangan berat badan anak-anaknya. Studi mereka akan membantu
mereka lebih memahami perkembangan vokal pada bayi manusia.

Untuk lebih memahami hubungan antara usia ayah dan perilaku
vokal pada anak mereka, tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Noriko Osumi,
Fakultas Kedokteran Tohoku University telah melakukan penelitian, menggunakan
tikus, untuk menentukan bagaimana penuaan ayah memengaruhi perilaku vokal
keturunan.

Salah satu temuan utama tim adalah bahwa usia ayah yang
lanjut menyebabkan perubahan pada perilaku vokal awal dan meningkatkan jumlah
keturunan dengan pola perkembangan atipikal.

Menurut Profesor Osumi “Fitur vokal pups yang lahir
dari ayah yang sudah tua ini mirip dengan pups dari tikus model gangguan
spektrum autisme. Selain itu, pups yang lahir dari ayah muda menunjukkan
repertoar yang kaya, sementara mereka yang lahir dari ayah yang sudah tua
menunjukkan repertoar yang terbatas
.”

Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah
mempelajari vokalisasi ultrasonik pada tikus untuk mempelajari lebih lanjut
tentang neurobiologi komunikasi vokal.

Mereka tahu bahwa ketika seekor pups dipisahkan dari
induknya dan teman-temannya, ia mengeluarkan vokalisasi ultrasonik yang terdiri
dari berbagai elemen suara. Ketika induk mendengar suara-suara ini, dia
merespons dengan datang untuk mengambil pups. Jenis perilaku pada tikus ini
mirip dengan bayi dan ibu manusia.

Tim peneliti Tohoku University melakukan serangkaian
analisis komputasi vokalisasi ultrasonik, membandingkan pups betina yang
dikawinkan dengan jantan muda dan betina yang dikawinkan dengan jantan yang
lebih tua.

Mereka memisahkan pups dari induknya dan teman-temannya,
satu per satu, dan merekam vokalisasi ultrasonik yang terjadi. Kemudian
peneliti menganalisis sonogram vokalisasi ultrasonik menggunakan alat
pembelajaran mesin.

Analisis mereka menunjukkan bahwa pada pups dengan ayah usia
lanjut, suku kata berkurang dalam jumlah dan durasi. Komposisi suku kata juga
diubah, dengan repertoar suku kata yang lebih terbatas pada pups dengan ayah
usia lanjut.

Selain itu, mereka mengukur berat badan, membandingkan
bobotnya, tim menemukan bahwa anak-anak tikus dengan ayah usia lanjut memiliki
kenaikan berat badan yang secara konsisten lebih rendah daripada anak-anak
tikus dengan ayah muda.

Dalam masyarakat modern di mana manusia menikah dan
melahirkan pada usia yang lebih tua, usia ayah yang lanjut dapat mewakili
faktor risiko gangguan perkembangan saraf.

Temuan ini menegaskan kembali bukti klinis bahwa usia ayah
yang lanjut merupakan faktor risiko untuk perkembangan atipikal yang diamati
pada anak-anak dengan gangguan perkembangan saraf. Ini juga menunjukkan bahwa
efek usia ayah yang lanjut dapat dideteksi pada awal masa bayi.

Komentar