Bersedekah Sebelum Datang Kematian

Bersedekah Sebelum Datang Kematian 


Purwakarta, candatangan – Sedekah adalah pemberian seorang muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah lebih luas dari sekadar zakat maupun infak. Karena sedekah tidak hanya berarti mengeluarkan atau menyumbangkan harta. Namun, sedekah mencakup segala amal, atau perbuatan baik
Allah Ta’ala berfirman : 
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang diantara kamu; lalu ia berkata: (menyesali), ‘Ya Rabb-ku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang shalih’” (QS. Al-Munafiqun : 10) 
Dari Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab: “Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu khawatir miskin dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu tunda sehingga ruh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan, ‘untuk fulan sekian, untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian’. Padahal telah menjadi milik si fulan.” (HR. Bukhari, Muslim)
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah berkata:
“Ini menunjukkan bahwa sedekah pada saat sehat dan membutuhkan itu lebih utama. Dan inipun menunjukkan kuatnya keinginan dia terhadap apa yang ada di sisi Allah. Adapun orang yang sedang sakit, maka ia bersikap dermawan di waktu sakitnya karena ia telah berputus asa dari hidupnya, sedekahnya tetap diterima, akan tetapi yang lebih afdhal ialah sedekah yang dikeluarkan pada waktu sehat.” (Az Zakaah Fil Islaam, hal.472) 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 
“Jagalah diri kalian dari api neraka meski hanya dengan bersedekah sepotong kurma.” (HR. Bukhari, Muslim) 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 
“Setiap manusia akan berada di bawah naungan sedekahnya sampai perkara-perkara manusia diputuskan pada hari kiamat kelak.” (HR. Ahmad)
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: 
“Sedekah akan menebus seorang hamba dari azab Allah Ta’ala, karena dosa-dosa dan kesalahan-kesalahannya mengharuskan kebinasaannya, lalu sedekah datang untuk menebusnya dari azab Allah dan melepaskan darinya.” 
Al-Wabil Ash-Shoyyib, hal.73
Wallahu A’lam

Komentar