Maka Bersujudlah

Sujud merupakan Simbol pengakuan umat muslim sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang penuh dengan segala kelemahan dan kehinaan di hadapan Sang Khaliq


Purwakarta, candatangan – Sujud merupakan salah satu gerakan salat. gerakan ini wajib dilakukan saat melaksanakan salat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sujud berarti pernyataan hormat dengan berlutut dan menundukkan kepala. Artinya saat bersujud kita menyembah Allah Swt. sebagai bentuk penghormatan karena Ia adalah Tuhan semesta alam.
Ketika tidak ada bahu untuk menangis, maka bersujudlah
Ketika hidupmu penuh dengan beban yang seakan menghimpit dada, bersujudlah.
Karena sujud ialah posisi yang dekat antara dirimu wahai dengan Allah, sang Rahman Rahiim
“أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ. فَأَكْثِرُوْا الدُّعَاءَ”
“Paling dekatnya seorang hamba dengan Rab-Nya ialah ketika dia bersujud. Maka perbanyaklah berdo’a.”
Ketika merasa hina dina diri dengan segala tekanan hidup, bersujudlah…….
Karena ia meninggikan derajatmu di sisi-Nya, 
Beliau bersabda,
عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً
“Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu”
(HR. Muslim no. 488)
Karena ia akan mempertemukan dirimu dengan Rasulullah di kampung indah akherat
كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِي سَلْ فَقُلْتُ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ قَالَ أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ قُلْتُ هُوَ ذَاكَ قَالَ فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ
“Saya bermalam bersama Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, lalu aku membawakan air wudhunya.
Maka aku berkata, “Aku meminta kepadamu agar aku menjadi teman dekatmu di surga.”
Nabi bersabda, “Bukan permintaan yang lain?”. Aku menjawab, “Bukan, itu saja.”
Maka beliau menjawab, “Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan banyak melakukan sujud.”
(HR. Muslim no. 489)
Ketika teringat dengan dosa serta kemaksiatan yang mampu menghempaskan ke jilatan neraka, bersujudlah……..
Karena ia menjadi sebab diharamkannya neraka bagi yang bersujud.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( حَرَّمَ اللَّهُ عَلَى النَّارِ أَنْ تَأْكُلَ أَثَرَ السُّجُودِ ) متفق عليه
*Allah mengharamkan kepada neraka untuk membakar setiap wajah yang dipakai bersujud *
( Bukhari Muslim)
Dan sungguh ketika tidak ada bahu menampung tangismu, setidaknya ada tempat sujud merendahkan diri di hadapan-Nya.
Bersujudlah yang lama, karena ia gerakan yang sangat Allah cintai.
Bersujudlah karena jutaaan orang yang sudah berkalang tanah berandai andai untuk bisa hidup kembali hanya untuk bisa kembali bersujud.

Mengapa Penting Perbanyak Sujud
Sebagai seorang Muslim, hendaknya kita mengetahui keutamaan yang terkandung dalam sujud. 
  • Pertama, 
Sujud adalah momen yang paling dekat dengan Allah Subhanahu wa ta’ala, dan saat inilah waktu terkabulnya doa seorang hamba sebagaimana dijelaskan dalam hadits. 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ، وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
“Waktu yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa.”
  • Kedua
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengenal umatnya pada Hari Kiamat kelak melalui bekas sujud. 
Rasulullah bersabda: 
مَا مِنْ أُمَّتِي مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَأَنَا أَعْرِفُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ “، فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَكَيْفَ تَعْرِفُهُمْ يَا رَسُولَ اللهِ فِي كَثْرَةِ الْخَلَائِقِ؟، قَالَ: ” أَرَأَيْتَ لَوْ دَخَلْتَ صُبْرَةً فِيهَا خَيْلٌ دُهْمٌ بُهْمٌ، وَفِيهَا فَرَسٌ أَغَرُّ مُحَجَّلٌ، أَمَا كُنْتَ تَعْرِفُهُ مِنْهَا؟ “، قَالَ: بَلَى، قَالَ: ” فَإِنَّ أُمَّتِي يَوْمَئِذٍ غُرٌّ مِنْ السُّجُودِ، مُحَجَّلُونَ مِنْ الْوُضُوءِ
“Tidak ada seorang pun dari umatku, kecuali aku mengenalnya nanti pada hari Kiamat.” 
Para sahabat bertanya,
 “Bagaimana engkau mengenal mereka wahai Rasulullah, mereka berada di antara banyak makhluk?”
Beliau menjawab:
 “Bagaimana pendapatmu jika engkau masuk dalam shirath di dalamnya terdapat kumpulan kuda berwarna hitam, dan dalam kumpulan itu terdapat seekor kuda yang memiliki ghurrah (wama putih cerah di dahinya) dan muhajjal (berkaki putih), bukankah kamu dapat mengenalinya?”
 
Sahabat itu menjawab, “Ya”.
Lalu beliau bersabda,
 “Sungguh, umatku pada hari itu mempunyai wajah yang putih karena sujud, serta anggota wudhu yang putih karena wudhu.’” 
(HR Ahmad).
  • Ketiga
Kita diperintahkan oleh Nabi untuk memperbanyak sujud.
 
Dari Ubadah bin Shamit, dia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 
مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً، وَمَحَا عَنْهُ بِهَا سَيِّئَةً، وَرَفَعَ لَهُ بِهَا دَرَجَةً، فَاسْتَكْثِرُوا مِنْ السُّجُودِ”
“Tidaklah seorang hamba melakukan sujud sekali kepada Allah, kecuali Allah akan menuliskan baginya satu kebaikan, menghapus satu keburukan, dan mengangkatnya satu derajat. 
Oleh sebab itu perbanyaklah melakukan sujud.” 
(HR Ibnu Majah)
  • Keempat
Orang yang memperbanyak sujud akan menemani Rasulullah di surga.
 
Dalam hadits yang diriwayatkan Muslim: 
عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ رَبِيعَةَ بْنَ كَعْبٍ الْأَسْلَمِيَّ، يَقُولُ: كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آتِيهِ بِوَضُوئِهِ وَبِحَاجَتِهِ، فَقَالَ: «سَلْنِي»، فَقُلْتُ: مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ، قَالَ: «أَوَ غَيْرَ ذَلِكَ؟» قُلْتُ: هُوَ ذَاكَ، قَالَ: «فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ
Diceritakan seorang sahabat Nabi bernama Rabi’ah bin Ka’b Al-Aslami yang bermalam di rumah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu dia menghampiri Beliau dengan membawa air wudhu. 
Kemudian Nabi shalallahu alaihi wa sallam berkata, 
“Mintalah sesuatu.”
Lalu Rabi’ah menjawab,
 “Aku ingin menemanimu di Surga.” 
Rasulullah bertanya lagi,
 “Ada permintaan selain itu?” 
Rabiah mengatakan lagi,
 “Itu yang aku minta.”
 
Rasulullah kemudian bersabda, 
“Bantulah aku mewujudkan keinginanmu dengan memperbanyak sujud (sholat).”
  • Kelima, 
Akan masuk surga yang khusus bagi hamba yang senantiasa memperbanyak ibadah sholat.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، نُودِيَ مِنْ أَبْوَابِ الجَنَّةِ: يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا خَيْرٌ، فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الجِهَادِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الجِهَادِ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ 
Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 
“Siapa yang menginfakkan dua jenis (berpasangan) dari hartanya di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga.
 Lalu dikatakan kepadanya, 
“Wahai ‘Abdullah, inilah kebaikan yang kamu amalkan.”
Maka siapa dari kalangan ahlu (rajin beribadah) sholat, dia akan dipanggil dari pintu sholat dan barangsiapa dari kalangan ahlu jihad dia akan dipanggil dari pintu jihad. Siapa dari kalangan ahlu shiyam (puasa) maka dia akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Siapa dari kalangan ahlu sedekah maka dia akan dipanggil dari pintu sedekah….”
 (HR Bukhari)
  • Keenam
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sangat menaruh perhatian pada sujud. 
Anas bin Malik mendengar Rasulullah bersabda: 
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « أَتِمُّوا الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ فَوَاللهِ، إِنِّي لَأَرَاكُمْ مِنْ بَعْدِ ظَهْرِي إِذَا مَا رَكَعْتُمْ، وَإِذَا مَا سَجَدْتُمْ» وَفِي حَدِيثِ سَعِيدٍ إِذَا رَكَعْتُمْ وَإِذَا سَجَدْتُمْ
“Sempurnakanlah ruku dan sujud, 
Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku benar-benar melihat kalian dari belakang punggungku, jika kalian ruku dan sujud.” 
(HR Bukhari dan Muslim)
  • Ketujuh
Setan takut pada Muslim yang sujud  setelah membaca ayat sajadah.
 
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم-: ” إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ، اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي، يَقُولُ: يَا وَيْلِي، أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ، فَلَهُ الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ، فَلِيَ النَّارُ “
“Jika anak Adam membaca ayat sajadah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. 
Setan pun akan berkata-kata, 
“Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka.” 
(HR Muslim)
Demikianlah diantara keutamaan sujud dan tentu masih banyak lagi keutamaan lainnya yang tidak kita ketahui seperti keutamaan bagi kesehatan tubuh dan jiwa  dsb. 
Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala meringankan kita untuk melakukan ketaatan kepadaNya. 

https://about.me/yodisupriyadi

Komentar