Mempelajari Salak Biar tidak Salah

Pendidikan Sains132 Dilihat

Purwakarta, cndatangan – Buah bersisik tajam dengan warna kulit coklat ini kita kenal sebagai salak. Memiliki nama ilmiah Salacca zalacca atau Salacca edulis, salak adalah buah asli Indonesia. Dia tumbuh liar di Barat dan Selatan Pulau Jawa serta Selatan Sumatera lalu dibawa untuk ditanam di pulau-pulau Indonesia lainnya, Malaysia, Thailand hingga Filipina.

Salak adalah tanaman berumah dua, sehingga memerlukan tanaman jantan dan betina untuk berbuah. Setidaknya terdapat satu jantan di antara sembilan betina agar penyerbukan bisa terjadi. Bunga mulai muncul tiga atau empat tahun setelah tanam dan bisa produktif hingga 50 tahun. Proses pematangan buah butuh waktu lima hingga tujuh bulan, sehingga musim panen di Indonesia biasanya pada Mei dan Desember.

Kini telah ada lebih dari 30 kultivar salak dengan dua yang paling terkenal adalah pondoh dan Bali. Salak pondoh berasal dari Yogyakarta dan salak Bali seperti namanya berasal dari Bali. Sejak ditemukan sekitar tahun 1980, salak pondoh merajai pasar. Masyarakat menyukai wangi pondoh yang kuat dan rasa manisnya meski belum matang.

Kenapa dinamakan buah salak?

Dalam bahasa Inggris disebut salak atau snake fruit, sementara nama ilmiahnya adalah Salacca zalacca. Buah ini disebut snake fruit karena kulitnya mirip dengan sisik ular. Dalam biologi, tumbuhan adalah organisme eukariota multiseluler yang tergolong ke dalam kerajaan Plantae. Di dalamnya terdiri atas beberapa klad yakni, tanaman berbunga, Gymnospermae atau Tumbuhan berbiji terbuka, Lycopodiopsida, paku-pakuan, lumut, serta sejumlah alga hijau.

Varian Salak Di Indonesia

Ada beberapa macam salak lain yang dikenal di Indonesia

  1. Salak condet, asalnya dari Jakarta. Ukurannya kecil, sedang, sanmpai besar. Warnanya coklat hingga kehitaman. Buahnya tebal, rasanya manis, agak kelat, hingga agak kesat.
  2. Salak bali, berasal dari Sibetan, Bali. Ukurannya kecil hingga sedang. Warnanya coklat muda cenderung agak cerah, sisiknya jauh lebih halus, daging buahnya tebal, serta manis rasanya, dan teksturnya kering. Adapun bijinya kecil dan tunggal.
  3. Salak gading dan salak kembang arum, kedua-duanya asalnya dari Jogja pula. Bisa dibedakan dengan salak pondoh, berdasarkan warna kulit dan dan ukuran buahnya. Salak gading warnanya kuning-gading mengkilap, ukurannya sedang; serta, salak kembang arum coklat warnanya, ukurannya bermacam antara kecil, sedang, hingga besar.
  4. Salak penjalinan, berasal dari Bangkalan, Madura. Kecil, coklat-kekuningan, dan rasanya manis, renyah, dan masir.
Berdasarkan kultivarnya, di Indonesia orang mengenal antara 20 sampai 30 jenis di bawah spesies. Beberapa yang terkenal di antaranya adalah:
  • Salak Sidimpuan dari Sumatra Utara,
  • Salak condet dari Jakarta,
  • Salak pondoh dari Yogyakarta
  • Salak Bali dari Bali

Persebaran Salak

Salak ditemukan tumbuh liar di alam di Jawa bagian barat daya dan Sumatra bagian selatan. Salak dibudidayakan di Thailand, Malaysia dan Indonesia, ke timur sampai Maluku. Salak juga telah diintroduksi ke Filipina, Papua Nugini, Queensland dan juga Fiji.

Sebagian ahli menganggap salak yang tumbuh di Sumatra bagian utara berasal dari jenis yang berbeda, yakni S. sumatrana Becc.. S. zalacca sendiri dibedakan lagi atas dua varietas botani, yakni var. zalacca dari Jawa dan var. amboinensis (Becc.) Mogea dari Bali dan Ambon.


Referensi: thefernsplantnetwikipedia

Komentar